Selasa, 11 Agustus 2009

artikel teknologi komputer

teknologi komputer
I. Komputer merupakan hasil industri canggih yang bermanfaat.

Komputer yang kita kenal saat ini adalah hasil pengembangan teknologi elektronika dan informatika sehingga bentuk komputer yang asalnya berukuran besar dan makan tempat, sekarang berbentuk kecil dengan kemampuan besar. Kemajuan industri komponen elektronika IC (integrated circuit) telah mendorong terciptanya berbagai perangkat chip IC yang beragam dan mendukung berbagai keperluan pembuatan produk elektronik. Kemajuan teknologi elektronika tidak terlepas dari adanya kemajuan dibidang pengetahuan dan pengolahan bahan semikonduktor khususnya silicon.

Manfaat komputer saat ini cukup beragam mulai sebagai alat bantu menulis, menggambar, mengedit foto, memutar video, memutar lagu sampai analisis data hasil penelitian maupun untuk mengoperasikan program-program penyelesaian problem-problem ilmiah, industri dan bisinis. Dunia anak telah lama mengenal alat permainan game yang dikendalikan oleh sistem komputer. Di bidang industri, komputer telah dipergunakan untuk mengontrol mesin-mesin produksi dengan ketepatan tinggi (misalnya CNC, sebuah mesin serba guna dalam industri metal) sehingga dapat kita jumpai berbagai produk industri logam yang bervariasi dan kita bayangkan sulit apabila dikerjakan secara manual. Banyak pula mesin-mesin dalam industri garmen dilengkapi dengan kontrol komputer, misalnya perusahaan topi bodir dapat memproduksi topi dengan kualitas gambar bordir yang seragam dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Di perusahaan dagang seperti department store telah dipergunakan mesin cash register (mesin kasir) yang dilengkapi dengan kontrol komputer sehingga mesin tersebut dapat dikontrol oleh pihak manajer hanya dari ruangan kerjanya saja. Di bidang pendidikan, selain dijumpai sebagai alat bantu pelajaran, banyak peralatan laboratorium yang dilengkapi dengan komputer sehingga alat tersebut dapat bekerja lebih teliti dan dapat mengatasi kendala hambatan indra manusia. Dari bidang pendidikan dan riset yang mempergunakan alat-alat demikian dihasilkan berbagai hasil penelitian yang bermanfaat yang tidak terasa sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat banyak. Beragam obat baik untuk keperluan kesehatan manusia maupun pertanian dan peternakan telah banyak dipergunakan oleh masyarakat. Dalam bidang bioteknologi, peralatan-peralatan kultur telah banyak yang dilengkapi dengan kontrol komputer untuk mengusahakan ketelitian kerja pada ruang steril. Perusahaan Australia telah mengembangkan robot untuk keperluan bioteknologi ini. Penerapan kontrol komputer yang tercanggih terdapat di pesawat terbang dan pesawat angkasa. Untuk dapat mengatasi berbagai kendala alam dan sulit dilakukan oleh seorang pilot secara manual, sebuah pesawat terbang dapat dikendalikan secara otomatis sehingga bisa terbang dengan selamat di tujuan.

Demikian besarnya manfaat komputer, untuk itu dalam tulisan ini diperkenalkan mengenai sebuah komputer dan bagaimana merakitnya. Dalam tulisan ini tidak dijelaskan secara teliti bagaimana membangun sebuah rangkaian elektronik komputer ataupun membangun sebuah perangkat lunak komputer (software), untuk dapat mengetahui hal ini anda masih harus kuliah di bidang Elektronika dan Informatika. Tulisan ini dimaksudkan agar anda tidak salah mengenal komputer ataupun memahaminya, dengan anda dapat mengenal bagian-bagian komputer, merakitnya dan mengenal cara bekerjanya khususnya mengenal cara mengoperasikan software aplikasinya maka anda akan merasakan manfaat komputer yang demikian besar. Di sinipun tidak diuraikan mengenai sejarah penemuan komputer, hanya perlu anda yakini bahwa komputer adalah hasil industri yang memanfaatkan berbagai hasil penelitian dan pengujian dari bebeberapa bidang keilmuan. Misalnya keilmuan bidang elektronika, informatika, manajemen, kimia bahan, fisika bahan, kimia fisik, elektrokimia dan lain-lain.

Awal Sejarah Internet Indonesia

08 Agustus 2009
Awal Sejarah Internet Indonesia


RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia yang mungkin kurang banyak dikenal oleh khalayak Internet Indonesia di tahun 2000 ini. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia. Pada waktu itu di awal tahun 1990-an jaringan Internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network. Semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia hari ini yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitasnya terutama yang melibatkan perdagangan Internet.



Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat di lihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "jaringan komputer biaya murah menggunakan radio" di akhir tahun 1990 / awal 1991-an. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahsiswa Elektro ITB di tahun 1989-an. Kebetulan saya adalah penulis sebagian dari artikel-artikel tersebut. Tidak terasa waktu demikian cepat berlalu, tanpa terasa hal itu telah melewati kita semua lebih dari 10 tahun yang lalu.



Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan kami di amatir radio khususnya rekan-rekan di Amatir Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986-an. Bermodal pesawat Rig HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama YC1HCE dengan komputer Apple II milik YC1DAV sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama YC1HCE, J. Tjandra Pramudito YB3NR (sekarang dosen di UNPAR), Suryono Adisoemarta N5SNN (sekarang dosen di Texas,US) bersama saya YC1DAV kami berguru pada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto YB1BG, Achmad Zaini YB1HR, Yos YB2SV, YB0TD di band 40m. Mas Robby Soebiakto YB1BG merupakan suhu diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian di dorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian di adopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, & ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994-an. Mas Robby Soebiakto YB1BG adalah koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Saat ini AMPR-net Indonesia di koordinir oleh penulis YC1DAV. Koordinasi dan aktifitas-nya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list YBNET-L@ITB.ac.id.



Di tahun 1986-1987-an awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia Mas Robby YB1BG juga merupakan pionir dikalangan teman-teman amatir radio Indonesia yang mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak "server" BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990-an komunikasi antara saya yang waktu itu berada di Canada dengan panggilan YC1DAV/VE3 rekan-rekan amatir radio di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Canada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan amatir radio. Mas Robby YB1BG ternyata berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik amatir radio kemudian kami melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Canada. Pengetahuan secara perlahan di transfer melalui jaringan amatir radio ini.



RMS Ibrahim (biasa dipanggil Ibam) motor dibalik operasional-nya Internet di UI, saat tulisan ini ditulis berada di Singapura untuk meneruskan S3. Ibam pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC (http://www.idnic.net.id).



Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh kepala-nya Bu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Pak Ihsan ini yang mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT.



Pak Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway packet radio bekerja pada band 70cm. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan X.25 melalui jaringan SKDP terkait pada gateway di DLR Jerman.



Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Pak Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id yang hingga saat ini masih beroperasi. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta Pak Putu sangat beruntung mempunyai menteri Pak Tungki yang "maniac" IT dan yang mengesankan dari Pak Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail sendiri. Saya sempat terkagum-kagum memperoleh jawaban e-mail dari seorang menteri Pak Tungki yang waktu itu sedang berada di Amerika Selatan dalam kunjungan kerjanya. Bukan main, seorang menteri tapi tetap menyempatkan diri untuk membalas e-mail.



Mas Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amatir Radio Club ARC ITB seperti Basuki Suhardiman (sekarang di AI3 ITB), Aulia K. Arief (sekarang di WAHID), Arman Hazairin (sekarang di Telkomsel) di dukung oleh Adi Indrayanto (sekarang S3 di Inggris) untuk mencoba mengembangkan gateway packet radio di ITB. Berawal semangat & bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem packet radio berupa Terminal Node Controller TNC merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.



Berawal dari teknologi packet radio 1200bps di atas, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps (sekarang 2Mbps) ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan pendidikan di Indonesia yang menamakan dirinya AI3 Indonesia yang mengkaitkan 25+ lembaga pendidikan di Indonesia.



Jaringan pendidikan ini bukan hanya monopoly ITB saja, jaringan pendidikan lain yang lebih besar lagi adalah jaringan SMK yang dibawahi DIKMENJUR (dikmenjur@egroups.com) yang saat ini telah mengkaitkan 270+ SMK di seluruh Indonesia. Saat ini ada 4000 SMK yang mempunyai potensi yang sangat besar jika berhasil dikaitkan. Belum lagi kalau bisa mengkaitkan 10.000 SMU ke Internet pasti tidak kalah serunya dengan mengkaitkan 1300 PTN / PTS (saat ini baru ~200 PTS/PTN yang terkait) di seluruh Indonesia ke Internet.



Di tahun 1989-1990-an, teman-teman mahasiswa Indonesia di luar negeri mulai membangun tempat diskusi di Internet, salah satu tempat diskusi Indonesia di Internet yang pertama berada di indonesians@janus.berkeley.edu. Berawal dari mailing list pertama di Janus diskusi-diskusi antar teman-teman mahasiswa Indonesia diluar negeri pemikiran alternatif berserta kesadaran masyarakat ditumbuhkan. Pola mailing list ini ternyata terus berkembang dari sebuah mailing list legendaris di janus, akhirnya menjadi sangat banyak sekali mailing list Indonesia terutama di host oleh server di ITB & egroups.com. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas di Internet Indonesia.



Di tahun 1994-an mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Seingat saya sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekad barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Seperti kita ketahui bahwa perkembangan usaha bisnis Internet di Indonesia semakin marak dengan 60-an ISP yang memperoleh lisensi dari pemerintah. Asosiasi ISP (APJII) terbentuk di motori oleh Sanjaya cs di tahun 1998-an. Effisiensi sambungan antar ISP terus dilakukan dengan membangun beberapa Internet Exchange (IX) di Indosat, Telkom, APJII (IIX) & beberapa ISP lainnya yang saling exchange. APJII bahkan mulai melakukan manouver untuk memperbesar pangsa pasar Internet di Indonesia dengan melakukan program SMU2000 yang kemudian berkembang menjadi Sekolah2000.



Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com. Sedangkan rekan-rekan penyelenggara WARNET banyak berkumpul di asosiasi-warnet@egroups.com, pada tanggal 25 Mei 2000 merupakan hari bersejarah bagi rekan-rekan WARNET - karena telah lahir asosiasi warnet yang ada secara fisik dalam pertemuan di kantor DIKMENJUR. Ketua Asosiasi Warnet adalah rekan Rudy Rusdiah, Bendahara rekan Adlinsyah dan Sekretaris Abdullah Koro. WARNET di Indonesia akan disediakan domain war.net.id.



Demikian kilasan sejarah Internet di Indonesia, kami sadar bahwa perjuangan kami masih panjang. Masih banyak hal yang perlu diperjuangkan terus agar dapat menggerakan bangsa Indonesia menuju knowledge based society.

Ilmu Teknologi Pendidikan

Teknologi dan Pendidikan Sedang Mengalami Dikotomi# (30 Oktober, 2007 - DiUpdate 28-6-2008)
Apakah E-Pendidikan Adalah Mimpi?

Internet Masuk Sekolah - Mengapa?Internet adalah "Alat Bantu", bukan "Solusi Pendidikan" (di tingkat Sekolah). Internet (tanpa bahasa Inggris) sebagai sumber informasi yang sangat terbatas. Bahan pelajaran (dalam bahasa Indonesia) juga sangat sedikit. Kelihatannya kurikulum kita juga tidak berbasis-penelitian, jadi untuk apa Internet di sekolah? Internet di sekolah jelas bukan prioritas kan? (Informasi Lanjut)Pendidikan Yang Bermutu adalah: Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM (Pembelajaran Kontekstual). ("Mampu" termasuk Kreatif)
Kami di Pendidikan.Network sudah terus mendukung perkembangan teknologi di DepDikNas maupun di sekolah sejak tahun 1998. Tetapi kami juga wajib untuk memonitor perkembangan teknologi dari sisi keuntungan dan kemajuan mutu pendidikan secara rialistik dan holistik, kalau tidak, kita dapat lebih mundur dan hanya menghabiskan banyak dana pendidikan yang sedang kurang. Apakah pembelajaran teknologi di sekolah adalah penting? Tanggung jawab sekolah yang besar dalam memasuki era globalisasi adalah mempersiapkan siswa-siswi untuk menghadapi tantangan-tantangan yang sangat cepat perubahannya. Salah satu dari tantangan yang dihadapi oleh para siswa adalah menjadi pekerja yang bermutu. Kemampuan berbicara dalam bahasa asing, kemahiran komputer dan Internet, dan kemampuan menggunakan program-program seperti Microsoft merupakan tiga kriteria utama yang pada umumnya diajukan sebagai syarat untuk memasuki lapangan kerja di Indonesia (dan di seluruh dunia).

Mengingat hanya sekitar 30% dari lulusan SMA di seluruh wilayah Nusantara ini yang melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi formal, dan dengan adanya komputer yang telah merambah di segala bidang kehidupan manusia, maka dibutuhkan suatu tanggung jawab yang besar terhadap system pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan kemahiran komputer bagi para siswa kita. Pembelajaran teknologi adalah sangat penting dan semua sekolah adalah wajib untuk mengajar Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).
Walapun kita sangat mendukung pembelajaran teknologi, kita juga harus menjaga bahwa "teknologi pembelajaran", yang hanya sebagai beberapa medium untuk menyampaikan pendidikan dan belum tentu meningkatkan mutu pendidikannya, tidak menjadi fokusnya mamajemen pendidikan sampai merugikan aspek-aspek lain yang betul dapat meningkatkan mutu pendidikan. Misalnya, JarDikNas. Salah satu tujuan utama adalah meningkatkan mutu pendidikan lewat informasi yang lebih lengkap. Tetapi kelihatannya informasi mengenai masalah-masalah di lapangan sudah banyak sekali. Termasuk informasi mengenai keadaan di banyak sekolah yang ambruk dan mengancam keamanan anak-anak kita. Kapan masalah-masalah begini akan diatasi? Misalnya, Meningkatkan Peran dan Mutu Perpustakaan Sekolah. Apakah hal utama adalah "Library Management System"?
Senayan Open Source Library Management System Apakah Teknologi Adalah Solusi Perpustakaan?
Implementasi teknologi di bidang pendidikan perlu diintegrasikan ke dalam perencanaan (master plan) terhadap semua aspek pengembangan pendidikan secara seimbang (bukan secara proyek). Sering pengumuman yang muncul di media mengenai teknologi di arena pendidikan kelihatannya kurang menilaikan penelitian dan pengalaman di dunia pendidikan. Kasus-kasus teknologi dan pendidikan tertentu kelihatannya juga diankat sebagai solusi umum. Padahal ada hal-hal yang perlu diatasi dulu misalnya: "Sekolah tak Bisa Tangkal Situs Porno" yang akan perlu SDM di tingkat sekolah yang sangat bermutu dan rajin. Memang kita wajib untuk mencari solusi yang kreatif, tetapi kita juga wajib untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang ada di dunia supaya kita tidak hanya mengulangkan kegagalan negara lain. Kelihatannya pertanyaan-pertanyaan dasar yang penting sering tidak ditanyakan, seperti, mengapa di negara-negara maju mereka tidak melaksanakan ini? Mengapa di negara mana saja dasarnya pendidikan masih berbasis-kelas konvensional, bukan berbasis-TI? Mungkin negara lain belum memikirkan? Percayalah, dunia pendidikan termasuk bidang yang paling rajin untuk mencari kesempatan untuk menggunakan teknologi. Sering isu pendidikan dan 'teknologi baru' sudah dibahas dan diuji coba sebelum teknologinya muncul di pasar. Yang perlu diperhatikan adalah inovasi-inovasi baru (dan sering yang tidak baru) akan ditunjuk dan didorongkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi yang sangat beruntung kalau teknologinya didadopsi di dunia pendidikan. 'Tetapi kita sebagai pendidik harus selalu melihat semua aplikasi teknologi dari kenyataan dan keuntungan terhadap mutu pendidikan' (bukan dari retorika).


Apakah, karena makin banyak siswa-siswi sekarang main Internet di warnet daripada menggunakan waktunya di rumah untuk mengulang pelajaran dari sekolah dan mengerjakan PRnya ini sebagai salah satu faktor penyebab hasil Ujian Nasional (UN) kelihatannya menjadi lebih buruk? Kita perlu tahu!
Kalau kita melihat beberapa macam teknologi pendidikan, misalnya; Whiteboard-Elektronik, OHP, Video, Televisi, e-Learning, Internet, dll, selalu mutu akhirnya 100% tergantung mutu content dan proses pengajaran. Teknologi sendiri hanya sebagai medium. Kalau berhasil atau gagal tergantung content dan proses pengajaran, bukan teknologinya. Dengan teknologi seperti TV-Edukasi misalnya, siaran TV masuk sekolah kayaknya gagal karena kurang meneliti pengalaman-pengalaman di negara lain, dan juga tidak melihat dari keadaan dan keperluan guru di sekolah. Hasil sekolah 100% tergantung mutu pendidikannya, bukan teknologi yang mereka menggunakan untuk menyampaikan pendidikannya. Kebetulan kemarin di seminar "Cutting Cost with ICT Convergence" salah satu wilayah yang disebut yang belum memasang teknologi wireless adalah daerah Pacitan. Pacitan adalah salah satu daerah di mana kami sudah menyaksikan pelaksanan pendidikan yang sangat bermutu. Guru-gurunya bersemangat melaksanakan PAKEM dan sangat mengembankan kreativitas siswa-siswinya. Sekolah-sekolah yang belum terlatih juga belajar PAKEM secara mandiri - salut! Mohon ingat ...... Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM adalah solusi utama untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan.
Pembelajaran Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) adalah hal yang sangat penting di semua sekolah. Tetapi akses ke Internet untuk siswa-siswi di sekolah di luar pelatihan khusus sebenarnya tidak begitu penting, kecuali untuk melanjutkan pelajaran yang dibimbing oleh guru. Pasti banyak siswa-siswi tidak akan setuju karena main Internet memang "fun", tetapi kami belum melihat bukti bahwa anak-anak sekolah yang sering menggunakan Internet secara bebas lebih berhasil di UN daripada yang menggunakan waktunya untuk mengulang pelajaran sekolahnya dan rajin mengerjakan PRnya. Mungkin sebaliknya?
Suka atau tidak suka, siswa-siswi kita akan dinilai dari hasil mereka di UN atau Ujian Sekolah (bukan dari kemampuan mereka "Chatting di Internet"). Selain masalah ujian, kapan siswa-siswi akan punya waktu di sekolah dengan kurikulum yang sangat padat untuk menggunakan Internet kecuali di kelas TI. Apakah kita ingin mengganti guru dengan pelajaran dari Internet (machine)? Sudah sering dicoba di negara lain! Sekarang kita sedang mencoba "Sistem Pembelajaran Berbasis-TI". Kami pertama kali kenal Pembelajaran Berbasis-TI pada tahun 1992 di luar negeri, memang bukan sesuatu yang baru dan masih hanya digunakan di kursus/kelas tertentu saja. Tetapi kalau kreativitas sebagian dari siswa-siswi kita dapat ditingkatkan oleh 'membuat program-program' seperti ini yaitu memang baik. Kita lihat bahwa pemerintah akan siapkan Rp 1 Triliun untuk "melengkapi laboratorium komputer" di sekolah-sekolah SMP/SMA/SMK untuk e-learning. Tetapi kalau sekolahnya hanya memiliki satu laboratorium komputer itu pasti akan dipakai terus untuk mengajar TI, bukan?. Apakah semua sekolah akan menerima cukup komputer untuk melengkapi beberapa lab/kelas? Apakah "Pembelajaran Berbasis-TI" atau "E-Learning" betul adalah solusi rialistik untuk seluruh Indonesia? Atau, Pembelajaran Berbasis-TI hanya akan membesarkan jaraknya lagi antara sekolah yang punya dan yang tidak? Memang semua sekolah wajib untuk mempunyai lab komputer untuk mengajar TI (ini saja belum), tetapi kita akan perlu beberapa kelas lagi (di semua sekolah) yang dilengkapi dengan komputer supaya mata pelajaran yang lain juga dapat menggunakan komputer. Kalau kita melihat dari harga teknologinya (yang setiap beberapa tahun perlu diupdate), kurikulum yang sering dirubah, ongkos pemiliharaan teknologinya, dll, dengan anggaran yang sekarang tidak cukup untuk mengelola pendidikan 'Berbasis-Guru' dengan baik atau meningkatkan kesejahteraan guru dan staf TU sampai jadi manusiawi, bagaimana mungkin? (Saran 12/11/2007) Mengapa kita selalu mencari solusi baru (yang sering tidak baru seperti TV-Edukasi atau Pembelajaran Berbasis-TI) untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia? Apakah karena alokasi anggaran memang tidak cukup untuk memperbaiki pendidikannya dan kita hanya mencari kesibukan? Atau karena paradigma lama kita (proyek) belum merubah sejak awal? Mengapa teknologi sering dianggap sebagai solusinya? Misalnya, sekarang DepDikNas sedang membangun jaringan JarDikNas. Salah satu tujuan utama adalah meningkatkan mutu pendidikan lewat informasi yang lebih lengkap. Tetapi kelihatannya informasi mengenai masalah-masalah di lapangan sudah banyak sekali. Termasuk informasi mengenai keadaan di banyak sekolah yang ambruk dan mengancam keamanan anak-anak kita. Kapan masalah-masalah begini akan diatasi? Apakah tidak lebih baik kalau kita menggunakan 100% dari anggaran Rp.42 triliun itu untuk mengatasi hal-hal yang sudah jelas dapat meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah, sesuai pemintaan dari lapangan dan perencanaan terhadap semua aspek kebutuhan sekolah? Maksud kami, kalau atap sekolahnya bocor dan mau ambruk, tetapi yang diberikan adalah sambungan ke Internat, apakah ini betul bermanfaat? Kita perlu mulai dengan sekolah yang paling ketinggalan supaya mengarah ke keadilan akses pendidikan yang bermutu (dan melihat dari segala aspek). Tetapi karena JarDikNas sudah berjalan sebaiknya kita "Berfikir Optimis" dan mudah-mudahan banyak sekolah akan diberikan komputer, kalau betul ini memang positif. Untuk berita baru (5-1-2008) membaca ini "Pemindahan Jardiknas" (termasuk saran-sarannya). Memang itu sulit untuk "berpikir optimis"! "Kata Menkominfo, akses-akses informasi pada jaringan ICT tersebut, akan ditekankan pada unsur e-education (pendidikan), e-health (kesehatan), dan e-economy (ekonomi) yang dapat mengurangi gap di bidang ICT antara daerah pedesaan dan daerah perkotaan". Tetapi ini akan sangat tergantung peran dan mutunya SDM di pemerintah, bukan?. Kalau kita melihat teknologi yang sudah ditangani oleh pemerintah, misalnya website-website (12-1-2008):
http://pustekkom.depdiknas.go.id Setelah beberapa bulan muncul lagi - Bermanfaat?E-Learning Yang Bermutu - Di Mana?http://www.pustekkom.go.id [Mati]Ini situs "Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan" kita.Sejak Bulan Mei 2007 situs ini kelihatannya tidak diurus.
http://www.tvedukasi.org [Coba Links - Jadwal TV?] Kalau coba situs lama: http://www.e-dukasi.net/tve/ ??? 14 April 2007, "Rp300 Miliar untuk Program TV Edukasi" Mengapa begini? Ke mana uangnya?Sejak Bulan Mei 2007 situs ini kelihatannya kurang bermanfaat.Data untuk Transparansi dan Akuntabilitas???
http://www.perpustakaan.diknas.go.id/ [Hidup-Mati-Hidup Terus, Cek Isinya!]Ayo, kita meningkatkan minat baca! Di mana ya?
Apakah JarDikNas Pindah Lagi?http://jardiknas.depdiknas.go.id/ [Data? / Informatif? / Transparansi???]Situs-situs yang lama juga kelihatannya tidak di-update-update (Datanya?)http://jardiknas.diknas.go.idhttp://jardiknas.org, http://jardiknas.netRef: "Dana Pendidikan 11,2% (Rp42 triliun) Mampu Bangun Jardiknas""Dana Aktual" & Data untuk Transparansi dan Akuntabilitas belum kelihatan! Buku Sekolah Elektronik (BSE)- Yang jelas percuma membuat Ebook Sekolah di Web! - - - "Transparansi dan Pembenahan Moral" - - - Sudah waktunya!
Coba situs pemerintah yang lain di: http://Re-SearchEngines.Com.Apakah website-website DepDikNas adalah informatif dan mendidik? Yang paling penting dalam singkatan "TIK" (Teknologi Informasi Komunikasi) adalah bagian "I" Informasi, dan ini yang sangat kurang dan perlu dibangun dulu, baru memikirkan teknologi.

E-Learning
(lewat Internet) juga sebagai salah satu alat bantu pendidikan untuk situasi yang cocok dan kondusif. E-Learning adalah strategi yang biasanya lebih cocok untuk pelajar yang lebih matang seperti mahasiswa, yang jauh dari kampusnya atau yang dewasa yang harus menyesuaikan waktu belajar dengan jadwal pekerjaan atau tugas Ibu Rumah Tangga.Memang pembelajaran teknologi adalah penting, tetapi teknologi pelajaran hanya sebagai beberapa macam alat bantu bukan solusi terhadap segala masalah pendidikan. Kami melihat bahwa "TTG Solusi Pengentasan Kemiskinan di Pedesaan" muncul di berita lagi. Konsep ini sudah menarik sejak tahun 2005 (Telecenter CyberDesa), dan kami juga ikut konferensi Desember 2005. Tetapi pada waktu itu kami mulai sangat ragu-ragu oleh karena untuk selama dua hari itu yang dibahas saja adalah teknologi. Teknologinya bukan masalah, masalahnya adalah SDM di telecenter-telecenter yang pandai dan berdedikasi untuk membantu rakyatnya - ini yang perlu dibahas. Banyak orang di Indonesia sudah pandai mengimplementasikan teknologi, tetapi teknologi tanpa SDM yang 'Terlatih Khusus' dan Sangat Bermutu dan 'Mampu Mengurus Kebutuhan-Kebutuhan Rakyat di Pedesaan' bagaimana? Kita dapat berhasil? Bagaimana hasilnya sampai sekarang? Ayo Pak MenDikNas, Mari kita berjuang bersama untuk meningkatkan semua aspek pendidikan supaya menjaminkan pendidikan yang bermutu untuk semua... Anggaran Pendidikan 20% - Bersih Tanpa Korupsi dan MarkUp ... Mohon perhatian isu-isu pendidikan di lapangan! "Bambang Sudibyo menambahkan, adanya fasilitas ICT akan mampu memperbaiki akses pendidikan yang bermutu, yang selama ini sulit diakses oleh mereka yang bermukim di kawasan terpencil." (ANTARA News).

Artikel Ilmu Teknologi

Artikel Ilmu Teknologi
Google Luncurkan Aplikasi Pencari Data Intern PerusahaanGoogle meluncurkan tehnologi aplikasi pencari data dan informasi internal perusahaan yaitu “Google Search Appliance” (GSA) dan “Google Mini” di Indonesia.
“Dengan `Google Search Appliance` dan `Google Mini`, perusahaan dapat mencari informasi internal perusahaan mereka secara cepat dan mudah, dengan menggunakan tehnologi Google yang sederhana,” kata Head of Enterprise Sales, Google Southeast Asia. Bee-Loon Tan dalam acara peluncuran dua aplikasi Google tersebut di Jakarta, Selasa.Tan mengatakan GSA dan Google mini dapat membantu perusahaan atau institusi untuk melakukan pencarian dalam seluruh konten internal mereka, termasuk intranet, database, aplikasi bisnis dan website publik perusahaan.Dia mengatakan dari penelitian, pekerja perusahaan membutuhkan 23 persen waktunya untuk mencari dokumen dan informasi yang dibutuhkan.“Kalau kita bisa mengurangi waktu pencarian data tersebut hingga mencapai 5-10 persen, maka kita bisa membantu pekerja untuk bekerja lebih produktif,” kata Tan.GSA dapat mengindeks hingga 10 juta dokumen dalam satu kotak, dan fitur-fitur keamanannya menjamin bahwa masing-masing pengguna hanya dapat mencari informasi yang diijinkan untuk mereka lihat.
Sedangkan fitur Google Onebox for Enterprise dari GSA, para karyawan juga dapat mengakses informasi yang relevan secara real-time dari berbagai macam informasi korporat yang disimpan di dalam solusi aplikasi enterprise, seperti CRM, ERP dan system business intelligent dari Business Objects, Cognos, Microsoft Exchange, Netsuite, Oracle, Salesforce.com, SAP, SAS dan lain-lain.
Tan mengatakan GSA dijual dengan harga mulai 45.000 dolar AS untuk mencari hingga 500.000 sampai 3 juta dokumen dan Google Mini dihargai 4.500 dolar AS yang bisa digunakan untuk mencari data sampai 50.000 - 300.000 dokumen, termasuk semua hardware, software dan dukungan selama 2 tahun.“Untuk pencarian pada 3 juta - 10 juta dokumen bisa menggunakn super GSA,” katanya.Tan mengatakan tehnologi GSA yang diluncurkan pertama kali pada 2005, saat ini telah lebih dari 10.000 perusahan di seluruh dunia telah menggunakan produk pencarian enterprise Google ini.“Kami mempunyai pelanggan dari berbagai industri seperti pemerintah, perusahaan multinansional, pendiikan, kesehatan dan manufaktur, seperti Apple, Honeywell, British Airways, dan Adobe,” katanya.Tetapi untuk di Indonesia, Tan belum berani menargetkan berapa pelanggan yang bisa dicapaiData Dari:http://teknologitinggi.wordpress.com/2008/12/03/google-luncurkan-aplikasi-pencari-data-intern-perusahaan/

Artikel Ilmu Teknologi

Artikel Ilmu Teknologi
Fitur Anti Maling Dari Intel Buat Para Pecinta Notebook dan Laptop Intel, Lenovo dan Absolute. Tiga nama ini bergabung untuk menyajikan versi pertama dari teknologi Anti Maling (Anti-theft – AT) Intel. Teknologi ini didasarkan pada apa yang dimulai Intel pada Vpro, yakni menempatkan sejumlah kecil daya dan kapasitas simpan pada chipset. Karena informasi seperti kunci enkripsi disimpan di dalam chipset, akan sulit orang lain untuk mendapatkannya.Asumsikan saja Anda sudah punya notebook baru Lenovo T400 yang menggantikan T61. Anda mem-flash BIOS-nya, dan meng-install software Computrace, lalu mengeset parameter untuk menangkap orang-orang yang tak berhak. Absolute akan meng-host database Anda sebagai layanannya, atau menjual software itu kepada Anda pada kuartal kedua tahun 2009 jika Anda ingin meng-host-nya sendiri.Kombinasi dari hardware dan software tersebut memungkinkan Anda melakukan banyak hal menarik, proaktif dan reaktif. Kebanyakan tidak tergantung sistem operasi karena ada di chipset. Anda misalnya, bisa mengatur timer untuk menonaktifkan login jika komputer tidak terhubung ke server pusat dalam kurun waktu tertentu – sesuatu yang tidak disukai pengguna tetapi dicintai oleh perusahaan.Fitur reaktifnya seperti ini. Anda boleh mengeset mesin ini untuk bereaksi terhadap kegagalan password, sinyal dari remote server, atau sejumlah pemicu lain. Tentu semuanya berbasis chipset, jadi Anda tidak bisa mengakalinya dengan trik-trik biasa. Anda boleh saja membuatnya tidak bisa menembus layar BIOS. Jika punya FDE (full-disk encryption) berbasis hardware, Anda dapat menghapus kuncinya sehingga notebook sama sekali tidak bisa diakses oleh orang yang tidak berhak.Namun jika Anda belum memiliki FDE, Computrace dapat membantu menghapuskan file, folder, kunci tertentu atau seluruh disk. Ini tergantung pada sistem operasi, jadi komputernya harus dinyalakan dulu. Begitu Anda melaporkan kehilangan komputer, komputer tersebut dapat dinonaktifkan atau dilacak. Diperoleh Dari: http://teknologitinggi.wordpress.com/2008/12/04/fitur-anti-maling-dari-intel-buat-para-pecinta-notebook-dan-laptop/

SAINS DAN TEKNIOLOGI

Apakah ini Bapaknya TIK? (Teknologi Info Komunikasi) Salah satu kata yang sering muncul di dunia sains di film, novel dan komik adalah "Mad" (Gila), misalnya kita sering mendengar "Mad Scientist". Tetapi seperti kata 'benci' diangkat sebagai singkatan untuk 'benar-benar cinta', 'gila' adalah singaktan untuk 'giat lankah'. Kalau kita melaksankan sesuatu yang luar biasa kita sering disebut gila, pada hal itu bisa sebagai langkah awal ke sesuatu yang dapat merubah gaya hidup manusia di seluruh dunia, misalnya lampu listrik, telpon, dll. Tanpa orang gila begini kita tidak dapat cepat maju!. Sains adalah ilmu yang seperti ilmu lain terus menambahkan pengetahuan dari penelitian oleh orang yang berdisiplin dan rajin. Tetapi seringkali kemajuan sains muncul dari idea yang dari awal dianggap gila. Kita harus berani dan percaya diri, dan ingat bahwa kita dapat gagal 1000 kali dalam kegiatan percobaan, tetapi kita hanya perlu berhasil sekali, dan idea kita sudah terbukti.
Sains dan Teknologi telah melekat erat ke dalam setiap gaya hidup dan kehidupan modern, bahkan begitu pentingnya bagi pelajar, dan menjadi tuntutan dalam kehidupan professional kita, maka belajar sains dan mengembangan ketrampilan sains dan teknologi pada saat ini adalah sangat penting dan menjadi keniscayaan. Pentingnya terampil berkomunikasi dapat dibuktikan secara sepintas melalui berbagai surat kabar harian/koran. Kebanyakan lowongan pekerjaan untuk posisi-posisi penting selalu mempersyaratkan penguasaan teknologi. Bahkan saat ini begitu terasa pentingnya bagi para pelajar Indonesia bertepatan dengan usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan investasi asing di Indonesia. Pengetahuan dan keterampilan ilmu sains dan teknologi memungkinkan kita dapat memasuki berbagai bidang profesi, namun demikian tanpa dibarengi dengan pengembangan kreativitas pribadi maka keterampilan itu sendiri menjadi tidak berarti dan tidak menjamin dengan sendirinya masa depan yang cerah atau adanya pengembangan karir pribadi yang pasti Sains dan teknologi merupakan sarana yang tepat untuk mengembangkan kreatifitas termasuk mengembangkan keterampilan dalam pemecahan masalah (problem solving). Berkaitan dengan praktek pengajaran modern di sekolah, pembelajaran kontekstual (di Indonesia dikenal sebagai PAKEM) maka para pelajar dapat beraktifitas baik secara individu, berpasangan ataupun secara berkelompok. Bertukar fikiran dan saling mengembangkan secara konstruktif adalah bagian penting dalam mengembangkan kepribadian kita. Foto di atas kita dapat melihat beberapa hal yang salah. Pertanyaan kami: berapa hal yang anda dapat melihat yang salah di fotonya? (foto besar ada) Bertukar pendapat dan pengetahuan tidak hanya terbatas di sekolah atau kantor. Sama pentingnya adalah kita di dalam masyarakat global bertukar informasi sains dan teknologi dengan masyarakat yang lebih luas baik di dalam negri maupun dengan masyarakat dunia.

Puncak Krisis Ketenagakerjaan

Puncak Krisis Ketenagakerjaan
Oleh H Bomer Pasaribu
Jumat, 11 Oktober 2002

Sejak Indonesia Merdeka, masalah ketenagakerjaan secara terus menerus telahmenjadi problem berkepanjangan. Ini disebabkan oleh ketidakmampuan ekonomi untuk menyerap tenaga kerja yang cukup besar jumlahnya dan meningkat relatifcukup tinggi setiap tahunnyya (Labour Surplus Economy). Walaupun denganpertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi (bahkan disebut sebagai salah satunegara yang mengalami "miracle economy" sampai tahun 1996, denganpertumbuhan ekonomi rata-rata 7,5 dari tahun 1970-1996), kondisiketenagakerjaan (Employment Crisis) semakin nyata. Ini semua disebabkanbelum pernah adanya model politik ekonomi yang bertumpu pada optimalisasihuman capital khususnya kesempatan kerja (Employment based Economy).Krisis ketenagakerjaan ini semakin diperburuk lagi oleh krisis moneter tahun1997. Krisis moneter tersebut telah mengakibatkan terpuruknya perekonomianIndonesia dalam kurun waktu 1997-1999. Krisis moneter tersebut meluasmenjadi multi krisis yang mencakup krisis ekonomi, politik, keamanan,pemerintahan, hukum, kepercayaan, sosial, bahkan krisis moral (moral hazard)sehingga good governance makin jauh, yang secara keseluruhan menurunkan danmemperparah krisis ketenagakerjaan.Pertumbuhan ekonomi menurun drastis dari 7,28 % tahun 1996 menjadi 4,70 %pada tahun 1997, kemudian -13,20 % pada tahun 1998, dan 0,23 % pada tahun1999. Penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut secara nyata telah menyebabkanmerosotnya permintaan aggregat dan kelesuan pasar, yang selanjutnyamenimbulkan banyak perusahaan terpaksa menutup atau menciutkan kegiatanusahanya. Disamping itu, daya tarik di dunia investasi juga berkurangsebagai akibat krisis kepercayaan para pengusaha terhadap keberhasilanpemerintah mengatasi kasus-kasus konflik dan keamanan di berbagai wilayah,seperti di Aceh, Maluku, Irian Jaya, dan terakhir sekali di KalimantanBarat. Tidak dapat dipungkiri bahwa akumulasi krisis ketenagakerjaanmerupakan turunan pertama dampak krisis ekonomi serta krisis social capital.Krisis ketenagakerjaan ini selanjutnya telah menurunkan pendapat masyarakatdan sudah barang tentu mengakibatkan penurunan kualitas pembangunan manusiaserta peningkatan kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan laporan dari PBBuntuk program pembangunan (UNDP Report tahun 1997 dan tahun 2000), krisisekonomi di Indonesia telah mengakibatkan penurunan ranking indekspembangunan manusia (Humas Development Index) Indonesia dari urutan 99 padatahun 1994 menjadi urutan 109 pada tahun 1998; serta penurunan rankingindeks kemiskinan manusia (Human Poverty Index) dari urutan 23 pada tahun1994 menjadi urutan 46 pada tahun 1998.Data hasil Susenas yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) jugamenunjukkan peningkatan penduduk miskin di Indonesia dari 34,5 juta padatahun 1996 menjadi 37,5 juta orang pada tahun 1999. Bahkan menurut BankDunia berdasarkan ukuran baru International Poverty Line (IPL) USD 2,00 perhari jumlah kemiskinan mencapai 60 % atau 120 juta (2001) termasuk 10-20 %miskin ekstrim. Angka kemiskinan di Indonesia tidak hanya meningkat secaranasional tetapi juga semakin timpang antar provinsi khususnyawilayah-wilayah provinsi di Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan TimurIndonesia (KTI). Adanya krisis ketenagakerjaan yang semakin serius akanmenyebabkan keterpurukan masyarakat Indonesia di masa yang akan datang yangdapat membuat bangsa Indonesia makin terbelakang dibanding bangsa-bangsalainnya. Lebih parah lagi, krisis ketenagakerjaan ini dapat mengakibatkankrisis sosial, seperti meningkatnya jumlah kematian khususnya kematian bayi,meningkatnya kriminalitas, penggunaan narkoba, depresi, bunuh diri,perceraian, dan masalah-masalah demoralisasi lainnya.Penanganan krisis ketenagakerjaan dan kemiskinan yang sudah sampai padatahapan "lampu merah" mutlak diberikan prioritas tertinggi melalui reformasipolitik ekonomi makro dan mikro serta reformasi politik ketenagakerjaan kedepan yang dihimpun pada "employment based economy". Untuk itu, "Center forLabour and Development Studies Jakarta" mengusulkan suatu reformasi besar(big bang reform) berupa Grand Strategy (pendekatan yang komprehensifintegralistik) yang bertumpu pada kegiatan-kegiatan ekonomi basis penggunaantenaga kerja/kesempatan kerja produktif (employment based economy) menggeserpendekatan "Neoliberalis" seperti selama ini."Tahun Penjara?"Dalam tahun 2002-2004, suasana "Pemerintah Keranjang Sampah" (istilahPresiden Megawati sendiri) akan menghadapi siklus lingkaran setan krisis,terkait dalam perspektif ekonomi politik yang akan memasuki siklus ekonomibaru 2004. Tahun yang relatif paling memungkinkan didayagunakan secaraoptimal hanyalah tahun 2002 ini dan kuartal pertama tahun 2003. Tahun 2003selanjutnya akan mulai memanas karena pertarungan politik menjelang Pemilusistem baru. Sedangkan tahun 2004 pelaksanaan pemilihan umum sertapenyusunan dan pertarungan lembaga-lembaga politik termasuk pemilihanlangsung Presiden dan Wakil Presiden. Perebutan jabatan dalam kabinet baru,pertarungan elite politik DPR dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dangabungannya di MPR, dan lain-lain akan membutuhkan pengurasan sumber dayadan energi dan biaya sangat mahal. Sehingga, sumber daya, energi dan biayayang seharusnya difokuskan bagi pemulihan ekonomi akan terkurang kedalambiaya pertarungan politik yang keras.CLDS memperkirakan tahun 2002-2004 bila tidak ada kekompakan, "rekonsiliasinasional" konsistensi kebijakan reformasi dan tidak terfokus pada pemulihankrisis, maka "Pemerintah Keranjang Sampah" akan menghadapi lingkaran setankrisis, "terpenjara" oleh berbagai perangkap, antara lain:1. Perangkap Krisis Pengangguran Permanen (Unemployment Trap Crisis). Diperkirakan tingkat total pengangguran akan terus mem bengkak bertambah satu setengah sampai dua juta pertahun sehingga bisa berpuncak pada ledakan sosial.2. Perangkap Krisis Kemiskinan Permanen (Poverty Trap Cri- sis). Diperkirakan akan semakin berat, selain karena mening katnya tingkat pengangguran dan angka putus sekolah juga akibat dari terjadinya bencana La Nina (kebanjiran) 2002 dan El Nino (kekeringan) 2003 yang bisa menimbulkan krisis pangan.3. Perangkap Hutang dalam dan luar negeri (Debt Trap Crisis). Baik hutang pemerintah dan swasta yang berjumlah sekitar Rp 2,3 triliun. Krisis hutang ini menimbulkan krisis fiskal yang semakin berat dalam bentuk besarnya beban pembayaran cicilan dan hutang pokok. Hutang Pemerintah dalam dan luar negeri sebesar US $ 141 miliar, Swasta dalam dan luar negeri US $ 85 miliar (jumlah US $ 226 miliar).4. Perangkap resiko investasi dan ekonomi yang cenderung me- ningkat (Country Risk).Country Risk karena suasana ketidakpastian, kerusakan dalam supremasi hukum,keamanan, semakin merajalelanya pertarungan politik, tidak terfokusnyapelaksanaan agenda reformasi. Termasuk kegagalan dan berakhirnya eksistensiBPPN tahun 2004 dengan prestasi terburuk di dunia. BPPN akan mewariskanterbengkalainya penuntasan program rekapitalisasi dan restrukturisasi,hutang-hutang konglomerat, dan kegagalan kebijakan mikro ekonomi lainnya danhilangnya kepercayaan pasar (market confidence), mewariskan bom waktu danlingkar setan krisis.,font size=2>5. Perangkap KKN baru (New Crony, Corruption and Colutionism trap crisis).Jika zaman Soeharto, Indonesia menduduki urutan ke 8 negara terkorup didunia (1996). Pada era reformasi meledak menjadi urutan ke-4 (2001). CLDSmengobservasi di tengah retorika pemberantasan justru KKN makin merajalelasehingga diperkirakan melejit ke urutan ke 2 atau ke 3 pada 2003 dan 2004akan bisa menimbulkan huru-hara sosial apalagi akan bersinggungan denganpertarungan politik menjelang dan pada saat Pemilu 2004.Bekerja adalah hak dasar yang paling asasi sekaligus merupakan bagian dariharkat martabat manusia. CLDS memperikirakan total pengangguran yang terdiridari pengangguran resmi (open unemployment), pencari kerja (job seekers),dan setengah pengangguran (under employment) yang pada tahun 2001diperkirakan berjumlah 40,2 juta akan terus membengkak pada 2002 s/d 2004.Diperberat karena semakin meningkatnya angka putus sekolah menjadi sekitar1,7 juta per tahun (naik 32 %) dimana 53 % di antaranya akan memasuki pasarkarena, dan timbulnya bencana kebanjiran dan kekeringan (La Nina dan ElNino).* * *Untuk itu CLDS sekali lagi mengusulkan agar pemerintah segera secaraterfokus terukur, dan terjadual melaksanakan reformasi besar (big bangreform) berpihak kepada rakyat banyak. Terutama tidak lagi secara membabibuta mengikuti pendekatan "neo liberalism" melainkan perlu dikombinasikandengan pendekatan "Institutional economy", dimana peranan ekonomi politikpemerintah dan pasar secara sinergik dan berpihak rakyat diprogramkan dandiimplementasikan secara pasti termasuk affimative action. Kiranya dengancara seperti ini apa yang diperintahkan oleh GBHN dan Tap MPR sebagai"Ekonomi Kerakyatan" bertumpu "Ekonomi Pasar Berkeadilan" dapat secarabertahap diwujudkan dan diimplementasikan secara konkret, bukan hanyaslogan.Krisis ketenagakerjaan (unemployment) khususnya pengangguran dan kemiskinanakan benar-benar berada pada suasana lampu merah dan tanpa pelaksanaanagenda penanganan yang berhasil, akan bisa menimbulkan ledakan sosialapalagi akan kesinggungan dengan pertarungan politik menjelang dan pada saatPemilu 2004. Bekerja adalah hak dasar yang paling asasi sekaligus merupakanbagian dari harkat martabat manusia, CLDS memperkirakan total pengangguranyang terdiri dari pengangguran resmi (open unemployment) yang pada tahun2001 diperkirakan berjumlah 40,2 juta akan terus membengkak pada 2002 s/d2004. Diperberat karena semakin meningkatnya angka putus sekolah menjadisekitar 1,7 juta per tahun (naik 32 %) dimana 53 % diantaranya akan memasukipasar kerja, dan timbulnya bencana kebanjiran dan kekeringan (La Nina & ElNino).Dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi 3,3 % (2002), 3,0 % (2003) dan 3,0 %(2004). CLDS memperkirakan total pengangguran akan menjadi 40,1 % atau 42juta (2002), 41,2 % atau 43,6 juta (2003) dan 42,5 % atau 45,2 juta (2004).Lebih memprihatinkan lagi, diperkirakan terdapat pembengkakan pengangguranterdidik lulusan perguruan tinggi sebanyak 1,830 juta (34 %) 2001, 1,199juta (35,1 %) dan 2,500 juta (37%), masing-masing tahun 2003, 2004.Untuk itu "big bang reform" menuju kesempatan kerja penuh (full employment)perlu dijadikan program permanen oleh setiap Kabinet Pemerintah sebagaimanamisalnya setiap pemerintah Australia memprogramkannya secara permanen sejak1945 dengan apa yang terkenal sebagai "White Paper" 1945. Perobahan besarterhadap pendekatan tunggal selama ini dengan kebijakan regim ortodoksNeo-clasics, Neo-Liberalsm yang berkecenderungan menekankan upahserendah-rendahnya sebagai keunggulan komperatif, austerity policies,menekankan supply side dan bukan demand side dll pada hakekatnya menjadikankesempatan kerja hanya sekadar hasil akhir atau sampingan dari pertumbuhanekonomi, terbukti telah gagal dalam mengatasi krisis ketenagakerjaan danpengangguran. Terbukti pada saat Bank Dunia memuji-muji Indonesia sebagaisalah satu keajaiban ekonomi dunia (miracle economy) sampai dengan 1990-anjustru pada saat yang sama krisis pengangguran terus semakin membengkak dimana kaum pekerja terus menerus dimarginalisasi.Kesalahan besar selama ini hingga pemerintahan sekarang adalah tidak pernahmenghitung betapa luar biasa besarnya biaya pengangguran (cost ofunemployment), tidak hanya biaya ekonomi tetapi juga sosial dan politik yangmempraktekan sendi ekonomi dan memperparah krisis. Kebijakkan Neo-Liberalisseperti itu sudah harus segera direformasi dengan pendekatan baru reformasipolitik ketenagakerjaan terfokus pada kesempatan kerja penuh (fullemployment), berbasis Institutional Economy dan Keynesian disinergi denganSistem Ekonomi Kerakyatan bertumpu Ekonomi Pasar Berkeadilan. Kebijakan inilebih bertumpu pada aspek demand side, aggregative demand, menjadikankesempatan kerja melekat sebagai bagian penting dari setiap mata rantaikebijakan dan pelaksanaan kegiatan ekonomi, bukan sebagai hasil akhir atausampingan (employment based economy). Diujudkan dalam berbagai bentukprogram langsung atau tidak langsung seperti reformasi pasar kerja aktif,berbasis sumber daya (resource based), masyarakat luas (commynity based) danberfokus kepada ramah pasar (market friendly) dan berkesinambungan(sustainable).Selanjutnya diturunkan menjadi program operasional seperti reformasi pasarkredit dengan membangun kredit mikro perkotaan dan pedesaan seperti modelGraemen bank yang telah sukses di 22 negara; Reformasi pasar lahan (landmarket reform) semacam implementasi land reform; juga "aqua reform" untukmenjadi "lahan" perairan dan lautan bagi nelayan pemberian saham bagipekerja perusahaan (employee share ownership program-ESOP) untuk menjaminkesetiaan dan peningkatan produktivitas pekerja pada perusahaan yang telahjuga menjadi miliknya melalui ESOP. Sedangkan reformasi lainnya mencakupkebijakan investasi dan teknologi berbasis ketenagakerjaan (employment basedinvestment and technology). Kebijakan Employment based-economy ini telahsukses di RRC sehingga tingkat penganggurannya termasuk terkecil di duniahanya 3.1 % (1997) dan berhasil menguasai pasar dunia dari produk-produkusaha rakyat. ***(DR H Bomer Pasaribu SH SE MS adalah mantan Menteri Tenaga Kerja).